Rabu, 11 September 2013

Dampak Keluarbiasaan Pada Keluarga dan Masyarakat


           A.    Dampak Keluarbiasaan pada Keluarga dan Masyarakat
a.       Dampak keluarbiasaan pada keluarga
Dampak keluarbiasaan pada keluarga yang memiliki anak berkelainan bervariasi atau berbeda- beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu: : tingkat pendidikan, latar belakang budaya, status sosial ekonomi keluarga, dan juga jenis dan tingkat keluarbiasaan yang dialami anak. Dari pihak keluarga khususnya orang tua yang memiliki anak berkelainan pada awalnya mereka shok dan tidak dapat menerima kelainan yang ada pada anaknya, kemudian ada orang tua yang merasa acuh tak acuh namun ada juga menerima keadaan yang dialami anak.
b.      Dampak keluarbiasaan pada masyarakat
Reaksi atau sikap dari masyarakat terhadap keluarbiasaan juga bervariasi, sikap yang ditunjukan masyarakat ini di pengaruhi oleh beberapa factor pula, yaitu dari latar belakang budaya dan tingkat pendidikan masyarakat.

Minggu, 08 September 2013

Dampak Keluarbiasaan pada Aspek Fisik, Psikis dan Sosial Anak Tunadaksa



A.    Pengertian Anak Tunadaksa
Anak-anak yang tergolong penyandang tunadaksa sangat beragam kondisinya, pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu kelainan tubuh dan kelainan kesehatan. Kelainan tubuh maupun kelainan kesehatan yang tidak menghambat interaksi dan komunikasi seseorang dengan lingkungannya (termasuk proses belajar) maka belum dapat dikatakan sebagai tunadaksa dalam konteks pendidikan. Jadi yang dimaksudkan tunadaksa dalam hal ini adalah anak atau seseorang yang memiliki kelainan tubuh baik kondisi fisik maupun sistem persyarafan otak yang mempengaruhi organ motorik (otot) maupun kondisi kesehatan dan menghambat proses sosialisasi maupun komunikasi individu dengan lingkungannya. Sehingga tidak semua keadaan atau kondisi cacat dapat dikatakan tunadaksa, dan tidak semua anak atau orang yang lengkap anggota tubuhnya termasuk normal.
Tunadaksa itu sendiri berasal dari kata tuna yang berarti kurang, rugi dan daksa yang berarti tubuh. Sehingga tunadaksa adalah suatu keadaan rusak atau terganggu sebagai akibat gangguan bentuk atau hambatan pada tulang, otot, atau sendi dalam fungsinya yang normal. Tunadaksa dapat diartikan juga sebagai suatu bentuk kelainan atau kecacatan dalam sistem tulang, otot, persendian, dan saraf yang bersifat primer atau sekunder  serta yang disebabkan oleh penyakit, virus, dan kecelakaan baik yang terjadi sebelum lahir saat lahir dan sesesudah kelahiran, dimana gangguan mengakibatkan gangguan koordinasi, komunikasi, adaptasi, mobilitas dan gangguan perkembangan keutuhan pribadi. Anak tunadaksa tidak selamanya masuk dalam kelompok luar biasa. Hal ini tergantung dari sifat dan derajat kelainannya (ringan, sedang, berat) serta terdapat beraneka ragam kecacatannya seperti buntung salah satu atau kedua tangan maupun kakinya, tangan atau kaki layuh (lumpuh), tangan selalu bergerak tanpa bisa dikendalikan, dll. Memperhatikan jenis, berat ringan dan beragamnya kelainan pada tunadaksa menyebabkan sulitnya merumuskan definisi yang tepat tentang tunadaksa yang dapat merangkum semua jenis kelainan yang ada.

Jumat, 02 Agustus 2013

Wisata Kuliner Solo Part 3 - Soramen


         


         
Haloo :) Ogenki Desuka? haha. Kali ini mau bahas tempat makan di solo lagi nih :D Dari sapaan tadi pasti dah ngerti dong tempat makannya gimana? Yup betul sekali, kali ini mau bahas tempat makan yang bertemakan jepang. Kalian juga pasti tau dong anime Naruto (klo ga kebangetan)?? Nah tempat makan ini jual makanan favoritnya Naruto. Nah coba tebak :D Haha bener banget RAMEN. Nama tempatnya yaitu SORAMEN, tempatnya itu deket manahan, tepatnya di jalan (atau gang) sebelum SMAN 4 SKA. Bangunannya dicat hijau terang plus ada namanya di depan, jadi pasti kelihatan banget.

Selasa, 30 Juli 2013

Wisata Kuliner Solo Part 2 - Mr.Mesem




Haloo lagi :D Kali ini penulis mau coba bagi tujuan makan yg (cukup) enak di solo dan tentu saja, MURAH MERIAH :D Namanya Mr. Mesem di situ spesial goreng dan penyet, tempatnya terletak di Jalan Dr. Wahidin no. 51, Penumping, Solo, Jawa Tengah,  di depan sebuah SD (nama SD nya lupa), tapi ada juga yg di belakang UNS dan depan TBJT (Taman Budaya Jawa Tengah). Tempat makan berkonsep lesehan ini menyediakan berbagai menu, tapi yang jadi favorit sih ayam goreng tulang lunak, sooo yummy!! :D  

Senin, 29 Juli 2013

Blog Part 1



Haloo para pembaca :D kali ini saya akan memaparkan bagaimana caranya membuat Blog sendiri dan gratis lhoo :D Blog merupakan tempat yg tepat untuk menuangkan ide atau sekedar berekspresi tanpa ada yg mengomeli (namun jangan mengandung hal yg PORNO atau SARA). Blog seperti sebuah dunia yg bisa kita atur isi dan fungsinya, jadi yg ingin membuat Blog ikuti cara di bawah ini yaa ;)

Selasa, 25 Juni 2013

DEMOKRASI INDONESIA



A.    Sumber Demokrasi Indonesia
Sejak zaman dahulu indonesia sudah menerapkan demokrasi di dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Mohammad Hatta dalam Padma Wahyono (1990), desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi, misalnya dengan pemilihan kepala desa dan adanya rembug desa. Hal tersebut menunjukkan bahwa demokrasi telah berkembang di indonesia mulai dari daerah pedesaan.
Demokrasi di indonesia berasal dari ideologi bangsa indonesia yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Indonesia menganut ideologi pancasila, hal itu berarti demokrasi yang ada di indonesia merupakan demokrasi pancasila. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong yang ditujukan kepada kesejahteraan rakyat, yang mengandung unsur-unsur berkesadaran religius, berdasarkan kebenaran, kecintaan dan budi pekerti luhur, berkepribadian Indonesia dan berkesinambungan.
Menurut Prof. Dardji darmo diharjo, SH, Demokrasi pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber kepada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti, dalam ketentuan-ketentuan pembukaan UUD 1945.

Selasa, 04 Juni 2013

Anak dengan Hiperaktivitas



A.     Hakikat Anak Dengan Hiperaktivitas
Secara umum anak hiperaktif adalah anak yang tidak mau diam dan selalu bergerak kesana kemari tanpa rasa lelah. Namun menurut Dr. Seto Mulyadi dalam bukunya “Mengatasi Problem Anak Sehari-hari“ mengatakan pengertian istilah anak hiperaktif adalah menunjukkan adanya suatu pola perilaku yang menetap pada seorang anak. Perilaku ini ditandai dengan sikap tidak mau diam, tidak bisa berkonsentrasi dan bertindak sekehendak hatinya atau impulsif. Sedangkan menurut Sani Budiantini Hermawan, Psi., “Ditinjau secara psikologis hiperaktif adalah gangguan tingkah laku yang tidak normal, disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian.
Ada beberapa istilah yang sering dipakai untuk anak-anak yang menunjukkan gerak secara berlebihan, misalnya hiperaktif sendiri, hiperkinesis, gangguan impuls hiperkinetik, disfungsi minimal otak, atau sindrom Strauss (Kauffman, 1985).  Para ahli mempunyai perbedaan pendapat mengenai hal ini, akan tetapi mereka membagi Hiperaktifitas ke dalam 3 jenis berikut ini:
1)      Tipe anak yang tidak bisa memusatkan perhatian
Mereka sangat mudah terganggu perhatiannya, tetapi tidak hiperaktif atau Impulsif. Mereka tidak menunjukkan gejala hiperaktif. Tipe ini kebanyakan ada pada anak perempuan. Mereka seringkali melamun dan dapat digambarkan seperti sedang berada “di awang-awang”.
2)      Tipe anak yang hiperaktif dan impulsive
Mereka menunjukkan gejala yang sangat hiperaktif dan impulsif, tetapi bisa memusatkan perhatian. Tipe ini seringkali ditemukan pada anak- anak kecil.
3)      Tipe gabungan
Mereka sangat mudah terganggu perhatiannya, hiperaktif dan impulsif. Kebanyakan anak anak termasuk tipe seperti ini. Jadi yang dimaksud dengan hiperaktif adalah suatu pola perilaku pada seseorang yang menunjukkan sikap tidak mau diam, tidak terkendali, tidak menaruh perhatian dan impulsif (bertindak sekehendak hatinya). Anak hiperaktif selalu bergerak dan tidak pernah merasakan asyiknya permainan atau mainan yang disukai oleh anak-anak lain seusia mereka, dikarenakan perhatian mereka suka beralih dari satu fokus ke fokus yang lain. Mereka seakan-akan tanpa henti mencari sesuatu yang menarik dan mengasikkan namun tidak kunjung datang.

Ada beberapa gejala dan ciri-ciri yang dapat dilihat untuk mengetahui anak termasuk hiperaktifitas atau tidak, yaitu:
a.       Lari berkeliaran atau memanjat secara berlebihan
b.      Sulit untuk duduk diam atau terlalu banyak bergerak
  1. Sering menggerak-gerakkan tangan atau kaki ketika duduk, atau sering menggeliat.
  2. Sering meninggalkan tempat duduknya, padahal seharusnya ia duduk manis.
  3. Sering tidak mampu melakukan atau mengikuti kegiatan dengan tenang.
  4. Selalu bergerak, seolah-olah tubuhnya didorong oleh mesin. Juga, tenaganya tidak pernah habis.
  5. Sering memotong atau menyela pembicaraan.
  6. Jika diajak bicara tidak dapat memperhatikan lawan bicaranya (bersikap apatis terhadap lawan bicaranya).
  7. Kemampuan akademik tidak optimal
  8. Sikap melanggar tata tertib secara impulsif